MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
POLITIK | HUKUM | KRIMINAL | KHAZANAH | DAERAH | SEX & KESEHATAN | HANGOUT | EDUKREATIF

KRIMINAL

Sabtu, 24 Desember 2016 00:26
BIKIN ULAH LAGI..!! Geng Remaja Bunuh Penjaga Warnet

Bikin Onar, Pengunjung Dipukul dan Dipalak

GENG: Tersangka diamankan sebelum sempat melarikan diri.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kenakalan remaja di Kota Samarinda kali ini sudah melawati batas. Empat remaja melakukan pemalakan di Killer Net, warung internet (warnet) di Jalan Kahoi, RT 35, Sungai Kunjang. Aksi premanisme berujung tragis dengan terbunuhnya salah satu penjaga warnet, Kamis (22/12) sekitar Pukul 22.15 Wita.

Kejadian bermula ketika seorang remaja berinisial A (16) mabuk-mabukan bersama  tiga temannya R (17), J (15) dan AR(17) . Keempat sekawan ini kemudian mendatangi Killer Net untuk memalak beberapa pengunjung. I (17) yang merupakan karyawan warnet tersebut menjadi sasaran mereka lantaran menolak memberikan uang. Ia bahkan mendapat bogem mentah dari A. Tak ingin memperpanjang masalah, I pun keluar untuk meminjam sejumlah uang kepada temannya.

“Saya sempat di pukul di mata karena gk ngasi mereka uang, habis dipukul ya saya keluar untuk ngambilkan mereka uang “ ungkap I. Belum puas dengan apa yang di dapat, A lalu meminta sejumlah uang lagi kepada pengunjung lain dengan mengancam menggunakan pisau. Pengunjung yang tidak memberi juga mendapatkam bogem dari si A. Karena kesal melihat tingkah A, korban yang bernama David Fransiskus (23) lantas mengusir A, terjadilah cekcok antara mereka berdua.

David emosi dan memukul A dengan kursi. Tak terima dengan pukulan tersebut, A kemudian langsung menancapkan pisau dapur ke dada sebelah kiri pemuda tersebut.
Panik dengan perbuatannya sendiri, A kemudian melarikan diri bersama teman-temannya. Sementara korban meninggal dunia di dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Sempat menjadi buronan selama beberapa jam,  A diamankan di Jembatan Mahkota II, Sambutan,  Jumat (23/12)  pada pukul 06.15 wita. Untuk saja polisi bergerak cepat, pasalnya A mengaku akan melarikan diri ke Banjarmasin. “Waktu itu saya mau lari ke Banjar, tapi bapak saya bilang tanggung jawab saja” ungkap A.

Kanit reskrim Polsekta Sungai Kunjang, Ipda Suyatno mengungkapkan bahwa keempat remaja tersebut memang terkenal suka mabuk-mabukan.
“Ya memang mereka ini sering buat ulah di wilayah sini, padahal mereka masih di bawah umur, tentu akan kami lakukan pembinaan, Kasus A akan secepatnya di limpahkan ke pengadilan “ ungkap Ipda Suyatno.

A yang kini sudah diamankan di Polsekta Sungai kunjang hanya bisa tertunduk menyesali diri. Nasi sudah menjadi bubur, perbuatannya harus dipertanggungjawabkan sesuai hukum.  Meski mengaku menyesal, namun nyawa yang sudah melayang tidak dapat dikembalikan lagi. “Saya menyesal mas, saya bahkan baru tahu kalau orang yang saya tusuk meninggal dunia” ungkap A. (rad/beb)


BACA JUGA

Kamis, 07 Januari 2016 22:45

2015, Penyelenggaraan Pemerintahan Berlangsung Baik

<p>SAMARINDA. Pelaksana tugas (Plt) Sekprov Kaltim, Rusmadi mengapresiasi kinerja pemerintahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .