MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
POLITIK | HUKUM | KRIMINAL | KHAZANAH | DAERAH | SEX & KESEHATAN | HANGOUT | EDUKREATIF

DAERAH

Selasa, 13 Desember 2016 00:10
Diiming-Imingi Gaji Rp60 Juta Perbulan, Tetap Saja Dokter Spesialis Enggan ke Pedalaman

Gubernur: Mereka Senang di Kota

-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Lebih dari Rp 100 miliar digelontorkan pemprov Kaltim membangun rumah sakit pratama. Tercatat tujuh rumah sakit difasilitasi melalui anggaran pemerintah. Meski demikian ketersediaan dokter spesialis masih kurang.

Hal itu disampaikan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Rini Retno Sukesih. Tujuh RS pratama tersebut meliputi dua di perbatasan yaitu Long Apung dan Kecamatan Krayan. sisanya masing-masing di Sangkulirang, Kutim, Berau, Paser, Mahulu dan Kubar.

“Untuk RS Pratama Talisayan mendapat bantuan sebesar Rp 20 miliar, fasilitas sudah tanggung jawab Pemkab Berau lewat APBD Rp 15 miliar,” beber Rini.
Khusus RS Talisayan, lanjutnya, hanya terdapat 60 tenaga medis. Dinkes akunya kesulitan mencari dokter spesialis yang mau bekerja di luar kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan. Padahal untuk kesejahteraan, pemkab telah menyediakan gaji Rp 45 juta per bulan.

“Kami sudah tawarkan, pemkab sudah siapkan. Namun, dokter spesialis pertimbangkan faktor lokasi dan nominal gaji. Dinas Kesehatan Berau tawarkan gaji Rp 45 juta per bulan untuk dokter spesialis. Belum ada yang bersedia dan terima tawaran itu,” ungkap Rini.  

Menindaklanjuti hal demikian, Dinkes Kaltim akan berkoordinasi dengan Dinkses kabupaten serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mencari solusi.
Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak pun menyayangkan sedikitnya jumlah dokter spesialis yang mau bekerja di luar ibu kota. Awang menyebut hal itu dikembalikan kepada kesadaran masing-masing dokter.

“Kami di provinsi sedang berusaha. Dokter lulusan fakultas harus praktek dulu di RS pratama selama dua tahun,” tegasnya. Usut punya usut soal gaji Rp 45 juta dinilai kurang. Pemerintah disebutkan menyanggupi permintaan gaji Rp 60 juta per bulan namun tetap saja jumlah dokter yang berminat kurang.

“Dikembalikan ke dokternya. Mereka lebih senang di kota. Kalau di kota bisa dapatkan faasilitas dan uang lebih banyak,” singgungnya. (cyn/beb)
 


BACA JUGA

Senin, 26 Desember 2016 20:50

Awas!! Jalanan Kita Rawan Longsor

SAMARINDA - Jelang tahun baru masyarakat masih dihantui jalan rusak. Berdasarkan catatan dinas Pekerjaan…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:32

Polwan Bagi-bagi Bunga

BONTANG - Puluhan tangkai bunga hari ini dibagikan kepada ibu–ibu pengunjung Mal Ramayana dan…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:31

Tahun Depan Nelayan Gampang Cari BBM

BONTANG - Banyaknya para nelayan yang terpaksa harus berurusan dengan aparat, lantaran kedapat tangan…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:30

Tak Mutlak Putus Kontrak

SANGATTA - Evaluasi Tenaga Kerja Kontrak Daerah  (TK2D), yang dilakukan dua hari lalu,  tidak…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:29

Kadishub Terpilih Jadi Ketua KONI

SANGATTA - Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:29

SAH, APBD Bontang Rp 865 Miliar

BONTANG - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran (TA) 2017 telah disahkan menjadi…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:27

Tol Masih Lanjut

SAMARINDA - Pemprov Kaltim memastikan pembangunan tol Balikpapan-Samarinda rampung 2018. Hal itu disampaikan…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:21

Mau Cobain Cake Aku?

Kali ini Radar Kaltim bertemu dengan dara pemilik rambut keriting panjang dengan warna merah muda terang.…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:19

Mohon Bersabar, Ini Ujian

SAMARINDA - Defisit anggaran tahun depan tidak menjadikan program Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC) terhenti.…

Kamis, 22 Desember 2016 22:39

Putri-Putri Balikpapan Juara Kejurprov Hockey

SAMARINDA - Balikpapan berhasil menjuarai Kejurprov Hockey 2016 di lapangan Hoki Stadion Sempaja, …

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .