MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
POLITIK | HUKUM | KRIMINAL | KHAZANAH | DAERAH | SEX & KESEHATAN | HANGOUT | EDUKREATIF

HUKUM

Jumat, 02 Desember 2016 00:34
Dokter Gadungan dari China Disidang

Imigrasi Limpahkan Kasus 2 WNA

DITERJEMAHKAN: Kedua WNA asal tiongkok ini disidang menggunakan penerjemah karena tidak bisa berbahasa Indonesia ataupun Inggris.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Kasus penyalahgunaan visa masuk oleh 2 orang Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok masuk tahap persidangan. Kepala kantor imigrasi Tanjung Redeb, Erwin Hariyadi menyebutkan sidang sudah pernah dilakukan di Pengadilan Negeri Tanjung Redeb. Kedua WNA ini terancam hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta karena menggunakan visanya untuk bekerja sebagai dokter gadungan. Keduanya ditangkap pada 9 Agustus lalu.

Kamis  (1/12) kemarin, Erwin menyebutkan pada sidang sebelumnya agenda pemeriksaan saksi-saksi. Sedikitnya ada 4 orang saksi dari warga termasuk kepala kampung Merancang Ilir. “Sudah sidang, Rabu depan ada sidang lanjutan, dari imigrasi juga sempat dimintai keterangan sebagai saksi dalam persidangan,” ungkapnya kemarin.

Keduanya melanggar pasal 122 huruf a yang berbunyi setiap orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya. Pelanggaran pasal ini akan dipidana dengan kurungan 5 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta.

Saat diamankan imigrasi, keduanya sedang melakukan praktek sebagai dokter gadungan. Aksi sebagai dokter gadungan ini dijelaskan Erwin bukan masuk diranah imigrasi untuk melakukan proses hukumnya. “Kami hanya tangani masalah keimigrasinnya, kalau masalah dokter gadungan itu bukan ranah kami,bisa saja itu menjadi faktor pemberat dalam tuntutan” jelasnya.

Jika terbukti bersalah dalam persidangan, keduanya akan menjalani hukuman di Rutan Tanjung Redeb, sampai habis masa hukuman lalu akan dideportasi . Proses penyidikan kedua WNA ini dilakukan oleh kantor imigrasi yang memang berkompeten. “Kita ada PPNS,” sambungnya. Belakangan ini memang tengah marak penyalahgunaan izin tinggal atau izin berkunjung di Indonesia termasuk kabupaten Berau.

Untuk itu, pihak Imigrasi tengah gencar-gencarnya melakukan pengawasan terhadap WNA yang masuk. Tidak hanya menunggu laporan tetapi rutin melakukan pengecekan ke perusahaan-perusahaan dari investor asing yang beroperasi di Berau. Sebelumnya juga sempat diamankan WNA asal cina yang bekerja di proyek Pembangkit Listrik tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur.

“Ini jadi atensi kami, karena dengan kebijakan pemerintah membuka kran sektor investasi dan pariwisata memiliki dampak terhadap persoalan seperti ini, ada kemungkinan penyalahgunaan izin masuk oleh oknum-oknum WNA, dan ini yang menjadi tugas dan tanggung jawab kami untuk mengawasi dan menindak,” tandasnya.  (as/beb)



BACA JUGA

Rabu, 23 November 2016 17:11

Kok Gak Gemuk-Gemuk?

Gadis kali ini doyan banget makan. Apa saja yang enak dan bisa dimakan, pasti akan dilahap oleh si cantik…

Rabu, 02 November 2016 12:58

Korwil Swissindo Samarinda jadi Tersangka

SAMARINDA -  Pasca Polresta Samarinda menetapkan Ketua Swissindo area Kaltim, M Ibnu Fatihah, sebagai…

Rabu, 02 November 2016 12:56

Bulan Oktober Banyak Penjahat Insaf

SAMARINDA- Polresta samarinda merilis hasil tindak keriminal yang terjadi selama sebulan Oktober, Selasa…

Senin, 31 Oktober 2016 09:55

Koruptor Insaf Serahkan Diri

BONTANG - Salah satu terdakwa kasus korupsi berjamaah yang menjerat 25 mantan anggota DPRD Kota Bontang,…

Senin, 31 Oktober 2016 09:48

Ulama: Dahlan Selalu Tersenyum karena Memang Tak Bersalah

SURABAYA- Sejumlah ulama juga mengunjungi Dahlan Iskan di Rumah Tahanan Medaeng, Sidoarjo. Mereka datang…

Senin, 24 Oktober 2016 08:38

Hari Ini Sidang Putusan Tatang VS Polresta

SAMARINDA. Hari ini, Senin (24/10) hasil sidang putusan sengketa praperadilan antara warga Samarinda…

Rabu, 12 Oktober 2016 19:51

Polresta Samarinda Absen Sidang Perdana

SAMARINDA. Setelah didugat atas dugaan telah melakukan kesalahan prosedur penangkapan, serta pemeriksaan…

Kamis, 06 Oktober 2016 15:25

Nurdin Terima Putusan

BONTANG. Sama halnya dengan Hamzah MD, terdakwa yang dijatuhi hukuman 14 bulan penjara dengan denda…

Rabu, 05 Oktober 2016 10:46

Hari Ini Terakhir Batas Waktu

BONTANG. Putusan sidang tipikor kasus dugaan korupsi berjamaah mantan anggota DPRD Kota Bontang periode…

Selasa, 04 Oktober 2016 00:03

Dodi Masih Boleh Terima Gaji

SAMARINDA. Meski divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Bontang , Wakil Ketua DPRD Kaltim, Dodi Rondonowu…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .