MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
POLITIK | HUKUM | KRIMINAL | KHAZANAH | DAERAH | SEX & KESEHATAN | HANGOUT | EDUKREATIF

KHAZANAH

Jumat, 21 Oktober 2016 00:08
Potong Kuku Lewat 40 Hari

PROKAL.CO, "Saya mau tanya, apa hukumnya memanjangkan kuku. Bahkan sebagian perempuan ada yang lantas mewarnai atau melukis kuku tersebut dengan varian motif dan warna?"
08953357xxxx


Saudara penanya yang dirahmati Allah.
Rasulullah bersabda: "Perkara fitrah ada 5: berkhitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, menggunting kuku, dan mencabut bulu ketiak" ( HR. Bukhori & Muslim)

Itu menunjukkan bahwa disunnahkan untuk memotong kuku, namun pertanyaan selanjutnya, berapakah batasan waktu kita disuruh memotong kuku?

Al Imam Al Habib Abdullah Al Haddad mengatakan bahwa apabila lewat 40 hari dan seseorang tidak memotong kukunya maka makruh hukumnya.
Berdasarkan riwayat Anas bin Malik: "Rosulullah memberi batasan kepada kami dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan dengan tidak melebihkan dari 40 malam" (HR. Muslim & Ibnu Majah). Inilah pegangan jumhur (mayoritas) ulama, yakni makruh hukumnya tidak memotong kuku lebih dari 40 hari, sekalipun ada sebagian ulama mengatakan haram.

Lebih lanjut, membiarkan kuku panjang pun sangat tidak baik dipantau dari ilmu kedokteran dan kesehatan. Sehingga memang terdapat hikmah luar biasa dibalik kesunnahan memotong kuku.

Adapun masalah memakai kutek, dan pewarna kuku, jumhur ulama Syafiiyah mengatakan bahwa hukumnya dirincikan sebagai berikut:
1. Jika di pakai oleh wanita untuk menyenangkan hati suaminya, dan mendapat restu suami maka hukumnya sunnah.
2. Jika digunakan oleh wanita tidak bersuami tanpa maksud apapun hukumnya makruh.
3. Jika digunakan oleh wanita bersuami namun tidak ada izin suaminya, atau suaminya tidak suka atau orang yang tidak bersuami dengan tujuan menarik perhatian lelaki maka hukumnya haram.

Demikian keterangan syeikh Sa'id bin Muhammad Ba'syin di dalam kitabnya Busyrol Karim. Semua itu kita bahas di luar pembahasan salat, seperti ketika perempuan itu haid. Namun ketika tidak haid, maka para ulama mengatakan bahwa kutek itu menghalangi sampainya air wudhu ke kuku. Sehingga tentu menjadikan wudhunya tidak sah, yang konsekuensinya adalah sholatnya pun tidak sah.

Kesimpulanx, jika kutek dipakai oleh wanita haid, maka hukumnya dirinci seperti hukum di atas, namun jika dipakai ketika tidak haid dan membwa kepada tidak sahnya ibadah, maka haram. Sehingga diketahui bahwa haramnya kutek bukan pada dzatnya, tetapi dari motivasi memakai dan dampak yang ditimbulkannya. Wallahu A'lam bisshowab. (hfz/beb)


BACA JUGA

Sabtu, 09 Januari 2016 00:19

Sehari Dua ABK Tenggelam di Sungai Mahakam

<p><strong>TENGGARONG</strong>. Setelah sempat dinyatakan hilang Selasa (5/1), Anak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*