MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
POLITIK | HUKUM | KRIMINAL | KHAZANAH | DAERAH | SEX & KESEHATAN | HANGOUT | EDUKREATIF

KHAZANAH

Rabu, 19 Oktober 2016 00:21
Hukum Bagi Pemakan Riba

PROKAL.CO, "Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Guru Zaini, saya mau tanya soal kredit motor dengan perusahaan leasing. Apakah itu termasuk riba?? Apa hukumnya?? Mohon petunjuknya guru."

Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh
Saudara penanya yang dirahmati Allah. Kita akan membagi kasus kredit ini dalam beberapa kategori.

1. Kredit langsung antara penjual dan pembeli, jika barang yang dikreditkan atau dicicil itu adalah barang ribawi, seperti emas, maka tidak boleh hukumnya dikreditkan.
2. Kredit langsung antara penjual dan pembeli, jika yang dikreditkan adalah barang non ribawi, seperti motor, komputer, baju, dan lain-lain, maka hukumnya boleh dikreditkan.
3. Kredit dengan melibatkan pihak ketiga sebagai penjual setelah menerima barang. Misalnya Hasan akan membeli handphone dari toko seharga Rp 10 juta. Tapi uang hasan tidak cukup, maka Hasan meminta Ahmad untuk membeli handphone tersebut dan kemudian menyerahkannya pada Hasan dengan cara kredit selama 6 bulan, perbulan Rp 2 juta, maka yang demikian hukumnya boleh. Selama Ahmad menerima barang tersebut, lalu menjual kembali pada hasan.
4. Kredit dengan melibatkan pihak ke tiga sebagai penjual sebelum menerima barang. Contohnya, Hasan akan membeli handphone dari toko seharga Rp 10 juta, dan meminta Ahmad untuk membelinya terlebih dahulu. Lalu Ahmad mentransfer uang tersebut ke toko dan menyuruh pihak toko langsung menyerahkan pada Hasan, yang nantinya akan dibayar dengan Ahmad Rp 2 juta perbulan selama 6 bulan.
Maka cara seperti ini tidak diperbolehkan dalam pandangan jumhur ulama, karena diistilahkan al bai'u qoblal qobd, yakni Ahmad belum menerima barang itu lalu menjual kembali. Namun ulama hanafiyah memperbolehkan menjual barang yang belum di terima oleh Ahmad. Dan banyak ulama Mutaakhirin cenderung kepada pendapat ini.
5. Melibatkan pihak ketiga sebagai pihak yang memberi piutang. Misalnya Ahmad akan membeli handphone, namun uangnya tidak cukup, lalu ia berhutang kepada pihak ke tiga Rp 10 juta dan akan dibayar per bulan Rp 2 juta selama 6 bulan maka tidak diragukan ini adalah riba. Karena ini adalah pinjaman yang berbunga.

Allah berfirman dalam surah Al Baqoroh ayat 278-279
"Hai orang2 yg beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan tinggalkan sisa-sisa dari praktek riba (yang belum dipungut) jika kalian benar-benar beriman. Jika kalian tidak meninggalkannya, maka terimalah tantangan berperang dari Allah dan Rasulnya.

Nabi SAW bersabda: "Allah melaknat orang yang memakan riba, melakukan transaksi riba (memberi riba), dan orang yang mencatat transaksi tersebut" (HR. Muslim)

Dan banyak lagi ancaman yang diberikan kepada orang yang berani menjatuhkan diri kedalam praktek riba.

6. Melibatkan pihak ketiga, namun pihak ketiga membeli barang tersebut untuk selanjutnya disewakan pada nasabah. Jika selama 6 bulan, berarti 5 bulan adalah akad sewa menyewa, dan bulan terakhir barganti akad.. Inilah yang dimaksud Al Ijaaroh Al Muntahiyah Bittamlik. Adapun caranya bisa pembayaran 5 bulan sewa menyewa, dan bukan ke enam barang itu di jual sekalipun dengan harga murah, seharga angsuran perbulan.

Bisa juga dengan melakukan sewa menyewa selama 6 bulan, tapi begitu masuk bulan ke enam, akan ada akad hibah kepada nasabah, atau dengan cara lain, yang akhirnya akan mengubah status kepemilikan barang. Namun perlu diperhatikan, jumhur ulama tidak memperbolehkan akad sewa menyewa selama 5 bulan, dan jual beli di bulan ke 6 di gabung dalam transaksi pertama, sebagaimana qoidah yang tidak membenarkan adanya 2 syarat atau 2 akad dalam satu transaksi. Sehingga perlu dicari jalan agar selamat dari jerat riba yang selama ini mengintai kita dan sudah ada rekomendasi serta fatwa terkait sistem perkreditan syariah, hendaknya merujuk ke sana... Wallahu a'lam bisshowab. (hfz/beb)


BACA JUGA

Senin, 26 Desember 2016 20:52

Merelakan Utang

Saya sering meminjamkan uang atau barang kepada teman. Namun saat dikembalikan tidak pernah utuh. Karena…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:24

Bawahan Bukan untuk Direndahkan

Saudara pembaca yang dirahmati Allah SWT. Karena kita masih berada pada bulan bulan maulid, maka …

Kamis, 22 Desember 2016 22:09

Nikah Siri Tetap Pakai Saksi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhSelamat pagi ustad, saya mau tanya tentang hukum nikah siri,…

Rabu, 21 Desember 2016 00:31

Rum di Dalam Black Forest

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Guru saya ini pembuat kue black forest. Nah sekarang…

Selasa, 20 Desember 2016 00:13

Bolehkah Percaya Dukun dan Peramal?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Saat ini banyak orang percaya ramalan nasib seseorang.…

Senin, 19 Desember 2016 00:39

Bahaya Lidah dan Dosa yang Disebabkannya (habis)

Jika pada terbitan Sabtu 17 Desember lalu sebelumnya pembahasan mengenai menjaga kebaikan terhadap lidah…

Sabtu, 17 Desember 2016 10:12

Bahaya Lidah dan Dosa yang Disebabkannya (1)

Lidah seorang manusia merupakan salah satu anggota badan yang digunakan untuk berbuat maksiat karena…

Jumat, 16 Desember 2016 21:13

Selalu Memperhatikan Urusan Salat

Saudara pembaca yang dirahmati Allah.Rasulullah adalah orang yang selalu memperhatikan urusan salat.…

Kamis, 15 Desember 2016 21:36

Teladan Rasullah Akhlak Bergaul dengan Istri

Saudara pembaca yang dirahmati Allah.Setelah kemarin kita membahas bagaimana akhlak Rasulullah kepada…

Rabu, 14 Desember 2016 00:10

Teladan Rasulullah

Saudara pembaca yang dirahmati Allah SWT. Karena kita berada di bulan maulid, maka beberapa hari ini…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .