MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
POLITIK | HUKUM | KRIMINAL | KHAZANAH | DAERAH | SEX & KESEHATAN | HANGOUT | EDUKREATIF

KHAZANAH

Jumat, 14 Oktober 2016 00:16
Perempuan Traveling Seorang Diri

PROKAL.CO, "Guru Zaini, saya mau tanya apa hukumnya perempuan sering traveling atau jalan-jalan ke luar daerah sendirian? Karena saya sering melakukan hal tersebut."
08953357xxxx




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudari penanya yang dirahmati Allah.
Pada dasarnya traveling atau rihlah dengan niat melihat kebesaran Allah yang tersebar di penjuru bumi adalah sangat dianjurkan dalam agama. Bahkan Imam Syafi'i mengumpamakan pelajar yang tidak melakukan safar (mencari ilmu dan pengalaman di luar daerah) bagaikan air yang mengalir, karena perjalanan itu akan mengajarkan banyak hal dan membuka wawasan kita.

Namun yang akan kita bahas sesuai pertanyaan saudari apakah boleh perempuan melakukan travelling dan perjalanan lain tanpa di temani mahramnya. Dalam hal ini ulama terbagi menjadi 4 pendapat:
Pertama Haram melakukan perjalanan dengan alasan apapun bagi perempuan manapun yang tidak disertai mahram, hal ini berdasar zohir hadits Nabi Muhammad SAW yang maknanya: “Janganlah seorang wanita pergi kecuali dengan mahramnya" (HR. Bukhari & Muslim)

Kedua, haram bagi perempuan muda, tapi tidak haram bagi perempuan tua yang tidak lagi memancing syahwat. Para ulama mengunakan metode takhshisul'am (mengkhususkan dalil yang bersifat umum) dalam menyimpulkan pendapat ini.

Kemudian, boleh keluar tanpa mahram jika ditemani oleh wanita lain yang bisa dipercaya (terjadi perbedaan pendapat lagi dalam masalah berapa orang yang harus menemani)

Setelah itu, ada juga pendapat lain yang membolehkan wanita melakukan perjalanan sendirian tanpa disertai mahram dengan syarat jalan yang ditempuh aman dan tidak berbahaya (dan tentunya ada izin suami bagi yang memiliki suami). Pendapat ke empat ini adalah pendapat yang dipilih oleh mayoritas ulama mutaakhirin.

Dalil mereka adalah apa yang diriwayatkan dari Adi bin Hatim, secara marfu’: “Hampir datang masanya wanita naik sekedup seorang diri tanpa bersama suaminya dari Hirah menuju Baitullah" (HR. Bukhari)

Hal ini menunjukkan pujian nabi terhadap penyebaran islam dan terwujudnya keamanan di berbagai tempat. Begitu juga riwayat dari Imam Bukhori yang dijabarkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari bahwa Ummul Mukminin Aisyah R.A pernah melakukan perjalanan haji di zaman kholifah Umar RA, bahkan beliau di temani oleh yang bukan muhrimnya, yaitu Abdurrahman bin Auf R.A dan utsman bin Affan R.A dan hal ini tidak diingkari para sahabat sehingga dianggap ijma sahabat. Hal ini sekali lagi dengan catatan amannya perjalanan dan jalur perjalanan tersebut dari bahaya dan fitnah.

Pendapat ini dipegang dan diikuti oleh para imam besar madzhab Syafi'i diantaranya Imam Abu Ishaq Assyairozi (sekalipun beliau cenderung bahwa perjalanan itu untuk berhaji), namun Ibnu Hajar al Asqolani meriwayatkan tidak sedikit ulama syafiiyah yang membolehkan sekalipun bukan untuk haji, begitu juga pendapat Ibnu Taimiah dan dikuatkan oleh dr Yusuf Qordhowi. Alasan utama mereka adalah masalah ini merupakan masalah muamalah yang dalam ushul fiqh larangannya ada karena adanya sebab (illat), dan maksud. Dalam hal ini adanya larangan bepergian karena adanya fitnah dan bahaya, serta rasa takut karena faktor keamanan. Ketika semua itu hilang maka larangan pun menjadi batal.

Berbeda dengan ibadah mahdoh (khusus ibadah) yang harus dikerjakan tanpa memandang sebab dan maksud. Sehingga kesimpulannya, ulama mutaakhirin membolehkan perempuan keluar dengan catatan, mendapat izin dari suami jika ada suaminya, aman dari fitnah, serta aman dari bahaya baik di perjalanan atau di tempat tujuan. Wallahu A'lam bisshowab. (hfz/beb)


BACA JUGA

Senin, 26 Desember 2016 20:52

Merelakan Utang

Saya sering meminjamkan uang atau barang kepada teman. Namun saat dikembalikan tidak pernah utuh. Karena…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:24

Bawahan Bukan untuk Direndahkan

Saudara pembaca yang dirahmati Allah SWT. Karena kita masih berada pada bulan bulan maulid, maka …

Kamis, 22 Desember 2016 22:09

Nikah Siri Tetap Pakai Saksi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhSelamat pagi ustad, saya mau tanya tentang hukum nikah siri,…

Rabu, 21 Desember 2016 00:31

Rum di Dalam Black Forest

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Guru saya ini pembuat kue black forest. Nah sekarang…

Selasa, 20 Desember 2016 00:13

Bolehkah Percaya Dukun dan Peramal?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Saat ini banyak orang percaya ramalan nasib seseorang.…

Senin, 19 Desember 2016 00:39

Bahaya Lidah dan Dosa yang Disebabkannya (habis)

Jika pada terbitan Sabtu 17 Desember lalu sebelumnya pembahasan mengenai menjaga kebaikan terhadap lidah…

Sabtu, 17 Desember 2016 10:12

Bahaya Lidah dan Dosa yang Disebabkannya (1)

Lidah seorang manusia merupakan salah satu anggota badan yang digunakan untuk berbuat maksiat karena…

Jumat, 16 Desember 2016 21:13

Selalu Memperhatikan Urusan Salat

Saudara pembaca yang dirahmati Allah.Rasulullah adalah orang yang selalu memperhatikan urusan salat.…

Kamis, 15 Desember 2016 21:36

Teladan Rasullah Akhlak Bergaul dengan Istri

Saudara pembaca yang dirahmati Allah.Setelah kemarin kita membahas bagaimana akhlak Rasulullah kepada…

Rabu, 14 Desember 2016 00:10

Teladan Rasulullah

Saudara pembaca yang dirahmati Allah SWT. Karena kita berada di bulan maulid, maka beberapa hari ini…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .