MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
POLITIK | HUKUM | KRIMINAL | KHAZANAH | DAERAH | SEX & KESEHATAN | HANGOUT | EDUKREATIF

DAERAH

Sabtu, 10 September 2016 12:26
WTS Banting Setir Jadi Tukang Pijat

Penutupan Lokalisasi Belum Berjalan Maksimal

-ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Pasca penutupan lokalisasi berkedok Tempat Hiburan Malam (THM) di Kecamatan Batu Putih, kini muncul kabar eks pekerjanya berkeliaran di Tanjung Redeb. Para Wanita Tuna Susila (WTS) di tempat prostitusi berkedok THM itu, terindikasi ditampung pada tempat usaha panti Pijat di Ibu Kota Bumi Batiwakkal.

Indikasi tersebut sudah tercium sebelum penutupan pada 29 Agustus lalu. Meskipun pihak pengelola THM sudah berjanji akan memulangkan para pekerjanya tersebut, namun kemungkinan besar tidak semua dipulangkan atau bahkan memang sengaja tidak dipulangkan.

Kepala Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan (Binwaslu), Said Idrus mengatakan, beberapa hari terakhir pihaknya bersama tim melakukan pengawasan beberapa tempat yang terindikasi adanya kegiatan menyimpang. Dalam operasi tersebut, pihaknya menemukan beberapa orang yang sebelumnya bekerja di THM Kampung Tembudan.
“Ada sekitar 10 orang yang kami temukan bekerja di panti pijat, tampaknya mereka belum pulang kampung dan ditampung disini. Bisa saja mereka ke Tanjung Redeb bekerja seperti sebelumnya,” ungkapnya Jum’at (9/9) kemarin.

Terkait temuan tersebut, pihaknya berencana akan menyerahkan mereka ke Dinas Sosial (Dinsos) guna diberikan pembinaan. Dijelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mencarikan solusi bagi mereka.

Sementara itu, ditanya soal eks pekerja THM ini, Sekretaris Dinsos Berau, Harlen Sitorus mengatakan, Diperlukan beberapa tahapan yang perlu dilakukan seperti halnya menempatkan mereka sementara di suatu tempat untuk dilakukan pembinaan sebelum dipulangkan. “Kami perlu bina mereka, baik dari sisi prilaku dan juga keagamaan mereka selama 3 hari,” jelasnya.

Namun, upaya tersebut belum bisa dilakukan oleh Dinsos, mengingat tak adanya tempat untuk menampung sementara para WTS, untuk itu pihaknya akan menyampaikan hal ini kepada Bupati Berau.
Masalahnya saat ini Dinsos tidak memiliki anggaran khusus untuk melaksanakan tahapan tersebut, sehingga perlu melaporkan kepada kepala daerah agar bisa sama-sama dicarikan solusi melalui kebijakan kepala daerah. (as/hfz)


BACA JUGA

Jumat, 08 Januari 2016 00:25

Astaga, Bukannya Belajar Siswa Ini Malah Bawa Sabu

<p>TENGGARONG. Penangkapan sabu tahun ini oleh Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba)Polres Kukar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*