MANAGED BY:
SABTU
16 NOVEMBER
POLITIK | HUKUM | KRIMINAL | KHAZANAH | DAERAH | SEX & KESEHATAN | HANGOUT | EDUKREATIF

DAERAH

Rabu, 23 Maret 2016 11:43
Rokok Dilarang Tapi Sumbang Devisa Terbesar

Diskusi Media dengan Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia

PROKAL.CO, Bahrunsyah, Samarinda

KEMARIN siang, sejumlah awal media berkumpul di salah satu restoran kenamaan di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Samarinda Kota. Mereka terlibat diskusi seru bersama Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), Budidoyo. Temanya cukup seksi, yakni tentang tembakau alias rokok. Maklum, sejumlah wartawan hingga detik ini masih menjadikan rokok salah satu sahabat mereka mengejar berita.
Budidoyo kala itu merasa risih dengan sejumlah regulasi pemerintah, terutama soal angka cukai naik. “Agak lucu, di Indonesia ruang untuk merokok dibatasi namun tarif yang masuk naik terus. Pada 2014 jumlahnya Rp 115 triliun, sementara 2015 berjumlah Rp 139 triliun,” katanya.
Karena itu sebagai salah satu industri seyogyanya usaha rokok juga perlu mendapat perhatian karena merupakan salah satu penyumbang pendapatan terbesar negara. Namun, Budi belum bisa membeber secara besaran pendapatan tersebut karena belum memegang data.  
Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan pemerintah berlaku tidak adil terhadap petani tembakau. Alasannya unik, petani tembakau di beberapa daerah penghasil khususnya pulau Jawa tidak mendapat bantuan kredit usaha. Sementara untuk petani sayur dan lainnya justru dimudahkan. “Ini yang kami anggap tidak adil,” tukasnya.
 
Ironi lainnya adalah keberadaan industri tembakau selalu mendapat stigma negatif, namun tetap dipelihara. “Kalau mau tutup, tutup saja sekalian industri tembakau ini baru carikan lapangan pekerjaan baru untuk pekerja di perusahaan rokok tersebut,” sambung Budi. 
Persoalan lain yang juga menjadi sorotan AMTI adalah penetapan kawasan tanpa rokok. Pihaknya mengatakan tidak anti dengan regulasi berupa rancangan peratura daerah (Raperda) yang menetapkan kawasan tanpa rokok (KTR) itu. Namun tetap harus adil.
Jika memang ada kawasan tanpa rokok maka seyogyanya pemerintah juga harus membuat kawasan khusus merokok. Jika merokok di luar kawasan itu maka boleh dikenakan denda. Di samping itu dalam pembahasan raperda, hampir dipastikan tidak terdapat perwakilan dari pengusaha tembakau untuk memberikan masukkan. Karena itu, AMTI sudah melayangkan surat resmi Kepada Biro Hukum Pemkot Samarinda untuk meminta draft raperda namun belum digubris. Pun demikian dengan DPRD Samarinda yang menjadi bagian dalam pembuatan raperda. “Kami mengagendakan untuk bertemu dengan DPRD Samarinda untuk mendapatkan draft rapeda dan ketika uji publik bisa diikutsertakan. Kami juga perlu menyampaikan masukkan agar raperda yang dibuat bisa sesuai dengan kepentingan semua pihak, tidak sepihak,” tegas Budi. 
Terpisah, Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Ahmad Vananzda mengatakan produk hukum apapun yang masuk harus disesuaikan dengan aturan seperti peraturan wali kota (Perwali) dan sebagainya. “Raperda mengenai rokok ini memang sedang kami bahas karena kami sadari bahwa multi player effect-nya cukup berpengaruh,” ucapnya.
Politisi PDI- P ini menambahkan, tidak akan membatasi pihak yang ingin memberikan masukkan dalam raperda. Masukkan tersebut bisa disampaikan melalui uji publik. “Pemkot akan carikan solusi. Saat ini draft raperda masih tahap pembahasan. Sebelum disahkan tentu harus clear dulu melalu uji publik. Setelah itu dikembalikan ke fraksi untuk dimintai pandangan,” pungkasnya. (*/sal)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 26 Desember 2016 20:52

Beasiswa Dialokasikan, Tetapi Sedikittttttt......

SAMARINDA - Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC) dipastikan tetap dialokasikan meski…

Senin, 26 Desember 2016 20:50

Awas!! Jalanan Kita Rawan Longsor

SAMARINDA - Jelang tahun baru masyarakat masih dihantui jalan rusak.…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:32

Polwan Bagi-bagi Bunga

BONTANG - Puluhan tangkai bunga hari ini dibagikan kepada ibu–ibu…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:31

Tahun Depan Nelayan Gampang Cari BBM

BONTANG - Banyaknya para nelayan yang terpaksa harus berurusan dengan…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:30

Tak Mutlak Putus Kontrak

SANGATTA - Evaluasi Tenaga Kerja Kontrak Daerah  (TK2D), yang dilakukan…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:29

Kadishub Terpilih Jadi Ketua KONI

SANGATTA - Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Komite Olahraga Nasional…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:29

SAH, APBD Bontang Rp 865 Miliar

BONTANG - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran (TA)…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:27

Tol Masih Lanjut

SAMARINDA - Pemprov Kaltim memastikan pembangunan tol Balikpapan-Samarinda rampung 2018.…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:22

Keterbukaan Informasi ke Publik, Masih Barang Langka di Kaltim

SAMARINDA - Keterbukaan informasi masih barang langka di Bumi Etam.…

Sabtu, 24 Desember 2016 00:21

Mau Cobain Cake Aku?

Kali ini Radar Kaltim bertemu dengan dara pemilik rambut keriting…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*